Arti Iman dan Rukun
Iman
A. Arti Iman
Aqidah adalah ajaran tentang
keimanan terhadap Ke Esaan Allah. Iman artinya percaya dan bisa disebut juga
i’tikad atau aqidah. Segala yang berhubungan dengan kepercayaan disebut dengan
iman. Iman itu sejenis ibadah yang dilakukan dengan hati, dengan ringkas dapat
dikatakan tempat Iman itu ada di dalam hati.
Iman kepada Allah ialah membenarkan
dengan yakin akan adanya Allah, membenarkan dengan penuh kepercayaan akan
Esa-Nya Allah, baik dalam perbuatan-Nya menjadikan makhluk seluruh-Nya maupun
dalam menerima Ibadat ( persembahan ) segenap makhluk ( Hamba ) dan membenarkan
dengan yakin, bahwa Allah bersifat dengan segala kesempurnaan, suci dari segala
sifat kekurangan, suci pula dari menyerupakan segala yang baharu ( Alam ).
Ruang lingkup
aqidah atau Iman meliputi :
1. Iman
( Percaya ) kepada Allah. Tuhan yang menjadikan seluruh alam ini.
2. Iman
( Percaya ) kepada Malaikat Allah.
3. Iman
( Percaya ) kepada kitab-kitab Allah. Kitab-kitab suci yang diturunkan oleh
Allah atas para Rasul-Rasul.
4. Iman
( Percaya ) kepada Rasul-Rasul dan Nabi-Nabi yang diutus Allah untuk
menyampaikan ajaran-ajaran-Nya kepada makhluk.
5. Iman
( Percaya ) akan adanya hari Akhirat ( Kiamat ).
6. Iman
( Percaya ) kepada Qadha dan Qadhar yaitu segala untung baik dan buruk yang
kita alami di dunia ini adalah berasal dari Allah Swt.1
Hujjatul Islam wal Muslim, Syeikh Imam
al-Ghazali pernah menjelaskan makna iman, terbagi atas tiga hal yaitu :
1.
Berarti pengakuan
dengan lidah ( iqrar bi al lisan ).
2.
Membenarkan pengakuan
itu dalam hati ( tashdiq bi al-qalb ).
3.
Mengamalkan Iman nya
itu dengan rukun-rukun ( ‘amal bi al-arkan ).
Terkait dengan keimanan tersebut, kitab
suci Al-qur’an juga menyebut hal-hal apa saja yang perlu di Imani secara
terperinci, sekalipun tidak menggunakan kata arkan al-iman. Sebagaimana di sebut dalam QS. An-Nisa [4]; 136,
berikut ini :
$pkr'¯»t tûïÏ%©!$# (#þqãYtB#uä (#qãYÏB#uä «!$$Î/ ¾Ï&Î!qßuur É=»tFÅ3ø9$#ur Ï%©!$# tA¨tR 4n?tã ¾Ï&Î!qßu É=»tFÅ6ø9$#ur üÏ%©!$# tAtRr& `ÏB ã@ö6s% 4 `tBur öàÿõ3t «!$$Î/ ¾ÏmÏFs3Í´¯»n=tBur ¾ÏmÎ7çFä.ur ¾Ï&Î#ßâur ÏQöquø9$#ur ÌÅzFy$# ôs)sù ¨@|Ê Kx»n=|Ê #´Ïèt/ ÇÊÌÏÈ
Wahai orang-orang yang
beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang
Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya.
Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya,
rasul-rasul-Nya, dan hari Kemudian, Maka Sesungguhnya orang itu telah sesat
sejauh-jauhnya. (QS. An-Nisa’ [4]: 136 ).
Dalam
beriman juga diharapkan dapat berihsan. Hal ini supaya dapat menjadi orang yang
beriman ( mu’min ) dengan sesungguhnya ( hakiki ). Termasuk dalam pemaknaan
Iman itu supaya kita menjadi manusia yang khas ataupun khas ataupun khawas
al-khawas, bukan sekedar menjadi manusia awam dalam soal meyakini aqidah Islam.
.jpg)